Senin, 30 September 2013

Masalah Sosial

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb

 Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipsdfgeggahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.



Sumber:
- http://destidesya.blogspot.com/2012/10/pengertian-masalah-sosial-dan.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan


Ketidak Perdulian Masyarakat Akan Sampah

Jakarta - Sudah menjadi pemandangan umum, kondisi sungai-sungai di Jakarta kotor, hitam, bau, dan dipenuhi dengan sampah. Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan sungai masih rendah.

Di Jakarta Utara, Lurah Kebon Bawang melakukan sebuah terobosan dalam menjaga kebersihan sungai di lingkungannya. Petugas Satpol PP akan dilibatkan dalam mengawasi warganya dalam menjaga kebersihan sungai.

"Kali sudah bersih, jadi nanti kalau ada warga buang sampah ke kali akan ada petugas kami yang memotretnya. Kemudian fotonya akan dibuatkan banner spanduk lalu kita pasang di sepanjang kali ini," kata Lurah Kebon Bawang, Makmun kepada detikcom, Senin (30/9/2013).

Selain memajang foto warga pembuang sampah di spanduk, petugas juga akan meminta KTP dan memanggil RT/RW dari warga bersangkutan. Makmun optimis gagasan tersebut akan berhasil mengurangi sampah di kal. Karena Makmun meminta dukungan warga untuk mensukseskan langkah ini.

"Upaya ini sebagai efek jera agar tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.

Sebelumnya ratusan warga dengan PT Pelindo II Tanjung Priok melakukan aksi bersih massal di Kali Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (29/9) kemarin. Selama 6 jam kegiatan itu berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Aksi bersih-bersih kali ini diawali dari Jembatan Gotong Royong sampai ke Jembatan Ampera dengan panjang mencapai 600 meter. Tidak hanya membersihkan sampah, mereka juga memangkas dan membersihkan tanaman liar dan melakukan penanaman pohon. Setelah aksi pembersihan kali, warga diberikan fasilitas dan alat kebersihan seperti tong sampah, jaring sampah dan bak sampah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah ke kali dan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih. "Paling tidak ini menjadi pembelajaran masyarakat jika kali ini bersih banyak manfaat yang bisa didapat," pungkasnya.

Sumber:  -http://news.detik.com/read/2013/09/30/192256/2373702/10/lurah-di-jakut-akan-jepret-lalu-pajang-foto-warga-pembuang-sampah-di-kali